Wednesday, 19 June 2013

contoh perumusan masalah







RUMUSAN MASALAH
1.    Identifikasi masalah
v Uraikan secara singkat masalah penelitian
v Dapat berupa narasi atau poin-poin masalah
v Identifikasi masalah bukan bukan duplikasi kata-kata dalam pendahuluan.

2.    Pertanyaan Masalah
v Diuraikan dalam bentuk pertanyaaan menggunakan kalimat baku
v Diakhiri dengan tanda Tanya
v Pertanyaan masalah hanya 1 (satu) saja.

TUJUAN PENELITIAN
1.    Tujuan umum
v Tujuan penelitian secara umum
v Sebagai rujukan menjawab hipotesis lewat analisis statistik
2.    Tujuan khusus
v Tujuan penelitian secara khusus
v Lebih ditekankan pada tiap variabel
v Sebagai rujukan untuk pembahasan dan penarikan kesimpulan
v Biasanya diawali dengan kata-kata : untuk mengidentifikasi, untuk mendeskripsikan, untuk membandingkan, untuk mengetahui hubungan, untuk mengukur dan seterusnya

MANFAAT PENELITIAN
v Uraikan manfaat penelitian sesuai dengan pihak yang terkait
v Upayakan manfaat tidak secara garis besar / masih mengambang, tetapi lebih menghasilkan pada arah yang lebih applicable

RELEVANSI
v Uraikan singkat antara masalah, keadaan sekarang, teori dan program perintah (jika ada)
v Buat korelasi dan relevansi sehingga masalah tersebut benar-benar layak diteliti
v Relevansi bukan duplikasi bahasa dan kata-kata dari latar belakang dan identifikasi masalah.







Contoh 


RUMUSAN MASALAH
1.     Pernyataan Masalah
Tindakan pencegahan dikubitus oleh perawat yang belum optimal menyebabkan pasien usila dengan kondisi imobilisasi akan mudah terkena dikubitus. Dengan demikian diperlukan perhatian khusus dalam memberikan perawatan pada usila yang mengalami imobilisasi. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang selalu berada di samping pasien diharapkan mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang baik dalam upaya tindakan pencegahan dan menurunkan inseden dekubitus pada pasien usila yang dirawat dengan kondisi immobilisasi.

2.     Pertanyaan Masalah
a.    Bagaimana hubungan pengetahuan perawat dan tindakan pencegahan dengan terjadinya dekubitus pada pasien usila yang imobilisasi di Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar  Sumenep ?

TUJUAN PENELITIAN
1.     Tujuan Umum
Mempelajari hubungan pengetahuan perawat dan tindakan pencegahan dengan terjadinya dekubitus pada pasien usila di Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar  Sumenep

2.     Tujuan Khusus
a.    Mengidentifikasi pengetahuan perawat tentang dekubitus yang terjadi pada pasien usila yang imobilisasi di Ruang Bedah Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar  Sumenep
b.    Mengidentifikasi tindakan pencegahan tindakan dekubitus oleh perawat pada pasien usila yang imobilisasi di Ruang Bedah Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar  Sumenep
c.     Menganalisis hubungan pengetahuan perawat dan tindakan pencegahan dengan terjadinya dekubitus pada pasien usila yang imobilisasi di Ruang Bedah Rumah Sakit Daerah dr. H. Moh. Anwar  Sumenep

















 MANFAAT PENELITIAN
1.     Bagi peneliti
Penelitian ini memberikan pengalaman nyata bagaimana melakukan penelitian, karena selama ini peneliti belum pernah melakukan penelitian.

2.     Bagi profesi keperawaran
Penelitian ini bisa digunakan sebagai bahan masukan untuk lebih meningkatkan pengetahuan perawat dan meningkan mutu asuhan keperawatan terutama pada pasien usila yang imobilisasi agar tidak mengalami komplikasi dekubitus.

3.     Bagi rumah sakit
Penelitian ini bisa digunakan sebagai bahan masukan dan pertimbangan untuk menentukan kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan pasien usila

4.     Bagi institusi pendidikan
Penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan mahasiswa tentang penelitian ilmiah terutama di bidang geriatric








JUDUL

HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT
DAN TINDAKAN PENCEGAHAN DENGAN TERJADINTA DEKUBITUS PADA PASIEN USILA LANJUT YANG IMOBILISASI DI RUMAH SAKIT DAERAH DR. H . MOH. ANWAR






Suraying
Teaching Staff Akademi Keperawatan Pamekasan

PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN
1.      Masalah penelitian
Permasalahan penelitian adalah kesenjangan antara apa yang seharusnya dan apa yang ada dalam kenyataan; antara apa yang diperlukan dengan apa yang tersedia ; antara harapan dan capaian. Sumber permasalahan penelitian bidang keperewatan adalah (Danin, 2003)
a.       Pengalaman pribadi
b.      Keterangan yang diperoleh secara kebetulan
c.       Kerja dan kontak professional
d.      Penguji dan kontak professional
e.       Analisis terhadap literature akademik dan hasil penelitian yang relevan
Sumber permasalahan penelitian adalah ada dalam diri calon peneliti sendiri. Ia harus selalu “alergi” terhadap alasan yang diberikan oleh para kolega dan seniornya atau tulisan literature. Ia harus mengembangkan ketajaman observasinya, sehingga ia menjadi awas pada apa saja yang dipertanyakan. Ia harus meragukan setiap kesimpulan yang tidak cukup bukti atau atau tidak berdasarkan data yang lengkap. Jika semuanya itu ia anggap memerlukan pembuktian, maka ia telah sampai pada permasalahan penelitian Zainuddin, 2003).
Suatu penelitian penting untuk dilakukan apbila ada masalah yang belum pernah diteliti atau sangat jarang diteliti, atau ada penelitian sebelumnya tetapi hasilnya belum lengkap atu kurang tajam, atau penelitian sebelumnya masih kontradiktif dan belum konsisten.
Tiap institusi menetapkan criteria kwalitas penelitian yang diselenggarakannya. Namun demikian ada criteria umum yang hampir universil, kreteria permasalahan penelitian yang baik adalah :
a.       Mempunyai kontribusi teori yang praktis
Hasil penelitian nantinya memberikan kontribusi atau andil yang jelas dalam bidang profesi atrau bidang ilmunya.
b.      Mempunyai bidang keunikan dan easlian
Beberapa institusi menganggap penting factor keaslian permasalahan penelitian ini, tetapi kadang diperlukan pengulangan penelitian untuk memperluas atau memperdalam dari penelitian yang telah ada, sehingga tingkat validitas penelitian tersebut menjadi lebih tinggi. Jika ini yang dilakukan maka penelitian yang diusulkan masih dianggap asli.





c.       Layak untuk dilaksanakan
Penelitian selalu memerlukan waktu dan biaya, dan kadang-kadang diperlukan sarana atau peralatan tertentu. Penelitian ekspremintal atupun deskriptif membutuhkan suatu jenis subjek penelitian tertentu untum memperoleh data. Dokumen-dokumen yang valid untuk peninggalan sejarah harus tersedia untuk penelitian histories. Jika dari apa yang dibutuhkan tersebut diatas tidak cukup tersedia, maka penelitian tidak layak untuk dijalankan (Zainuddin, 2003)

Jadi masalah penelitian adalah masalah yang hanya dapat dicari pencegahannya melalui penelitian. Di dalam masalah penelitian perlu diuraikan secara singkat tentang latar belakang masalah, perumusan msasalah, dan bagaimana penelitian ini dapat membantu memecahkan masalah tersebut.

2.      Mengidentifikasi Permasalahan Penelitian
Beberapa cara untuk mengidentifikasi masalah penelitian dibidang keperawatan adalah sebagai berikut :
a.     Observasi fenomina yang terjadi dalam pekerjaan sehari-hari, misalnya kesulitan yang dihadapi di bidang profesi sehari-hari dapat menjadi objek penelitian yang potensial. Pada suatu saat selalu ada fenomina yang belum sepenuhnya dimengerti atau ada perbedaan pendapat tentang suatu fenomina tertentu.
b.    Penelusuran literature pada aspek tertentu dalam suatu bidang, kumpulkan teori-teori, pelajaran perkembangannya, kelemahannya, kesenjangannya atau inkonsistensinya. Hal ini akan mengarahkan kita  pada permasalahan untuk diteliti lebih lanjut.
c.     Menghadiri untuk menangkap permasalahan dalm seminar, pertemuan ilmiah profesi, kuliah tamu, atau mengunjungi pusat-pusat penelitian, lapangan dan sebagainya.

Dalam mengidentifikasi permasalahan penelitian, pada hakekatnya calon peneliti harus berbekal scientific mind and prepared mindscientific mind mempunyai pengertian harus berpandangan objektif (dapat melepaskan diri dari praduka dan opni sendiri), independen (tidak terpengaruh oleh pandangan orang lain) dan berwawasan: tidak ada otoritas dalam sains. prepared mind artinya selalu siap agar dapat menangkap permasalahan yang timbul selama melakukan observasi.
Sebagai ilustrasi : Isac Newton dapat menemukan hukum gravitasi bumi, setelah ia kejatuhan buah apel. Banyak orang sebelumnya yang kejatuhan buah apel seperti Isac Newton, tetapi tidak ada yang berfikir tentang hukum Gravitasi bumi, oleh karena fikiran mereka tidak siap siaga untuk menangkap makna yang terkandung dalam peristiwa jatuhnya apel ke kepala mereka (Zainuddin, 2003).



Sebagai contoh identifikasi masalah tersebut “:
a.     Mutu pelayanan keperawatan
b.    Kepuasan pasien yang dirawat
c.     Kesulitan komunikasi perawat dengan pasien
d.    Kepatuhan perawat terhadap standar prosedur asuhan keperawatan.

3.      Merumuskan masalah penelitian
Permasalahan yang telah diidentifikasi kadang sifatnya masih umum, belum spesifik. Oleh karena itu maka permasalahan yang telah diidentifikasi harus dipersempit agar lebih spesifik melului pemecahan menjadi sub-sub permasalahan melalui perumusan masalah yang berupa pertanyaan yang relevan dengan masalah pokoknya

Dalam merumuskan masalah perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a.       Frekwensi dan penyebaran masalah yang bersangkutan
b.      Wilayah geografis yang terpengaruh oleh masalah yang bersangkutan
c.       Factor-faktor yang mempengaruhi masalah
d.      Upaya yang pernah dilakukan untuk mengatasi masalah, keberhasilan dan kekurangan upaya tersebut.
e.       Alasan pentingnya penilaian sehingga dapat membantu pemecahan masalah (DepkesRI, 2003).

Kriteria  perumusan masalah yang baik  (Danim, 2003) yaitu :
a.      Bersifat kausalitas atau menghubungkan dua variabel atau lebih
b.     Dapat diukur secara empiris dan subjektif
c.      Dinyatakan secara jelas dan tidak bermakna ganda, lebih baik dinyatakan dalam bentuk pertanyaan
d.     Tidak mencerminkan ambisi pribadi atau masyarakat

Sebagai contoh perumusan masalah tentang mutu pelayanan adalah sebagai berikut :
a.       Bagaimana  tingkat mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit X ?
b.      Apakah tedapat perbedaan mutu pelayanan keperawatan di tempat Xdan Y ?
c.       Faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap mutu pelayanan keperawaran ?
d.      Bagaimana hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien ?
e.       Bagaimana upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan keperawatan di tempat Xdan Y ?





4.      Tahapan proses perumusan masalah
MINAT
Topik dalam permasalahan penelitian harus sesuai yang diminati, karena penelitian merupakan suatu proses yang membutuhkan motivasi dan kerja yang berkesinambungn
MAGNITUDE
Besaran atau cakupan permasalahan harus dipertimbangkan sehingga dapat dikelola sesuai rancangan waktu dan sumber daya yang dimiliki. Karena permasalahan harus dikaji ulang dan difokuskan, sehingga lebih sempit, spesifik, dan jelas

PENGUKURAN KONSEP DAN VARIABEL
Pastikan peneliti mempunyai pengetahuan yang jelas mengenai bagaimana cara pendiskripsian dan pengukuran baik konsep maupun variabel yang diteliti. Misal jika ingin mengetahui kwalitas pelayanan kesehatan di RSUD Sumenep, harus dikaji bagaimana pengertian kwalitas pelayanan, indicator dan cara pengukurannya.
TINGKAT KEAHLIAN
Walaupun peneliti akan didampingi oleh peneliti lain, dan juga supervisor ataupun konsultan, sebagian besar pekerjaan dan pemikiran dalam penelitian akan dilakukan oleh peneliti. Karena itu pastikan peneliti memiliki pengetahuan yang cukup untuk melakukan tahapan penelitian.
RELEVANSI
Pilih permasalahan yang memilii relevansi dengan profesi atau bidang ilmu yang sat ini sedang digeluti. Pastikan bahwa penelitian dapat memberikan kntribusi yang cukup dalam praktik maupun pengembangan ilmu. Hal ini dapat memelihara minat dalam proses penelitian.
KESEDIAAN DATA
Jika direncanakan untuk menggunakan data sekunder, misal catatan medik, data desa, pastikan bahwaimformasi yang dibutuhkan cukup tersedia dalam format data sekunder tersebut.

PERMASALAHAN ETIKA
Dalam pelaksanaan penelitian, subjek study dapat secara langsung terpengaruh oleh beberapa pertanyaan penelitian, sehingga pempengaruhi jalannya penelitian dan pengambilan data, misal kesediaan responden untuk menjawab atau menyembunyikan jawaban, kerahasiaan suatu data.karenanya sejak penetapan permasalahan penelitian, aspek etika telah dipertimbangkan






TUJUAN PENELITIAN
Tujuan terdiri dari  tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan haru logis dan sstematik sesuai dengan identifikasi dan batasan masalah, serta justifikasi pentingnya masalah penelitian tersebut
a.      Tujuan Umum
Tujuan umum merupakan pernyataan spesifik yang menggambarkan luaran yang menghasilkan dari penelitian
b.      Tujuan Khusus
·        Menyatakan rincian langkah demi langkah untuk mencapai tujuan umum
·        Tujuan ini langsung berkaitan dengan masalah penelitian dan menunjukkan variabel-varabel yang akan diperiksa dan diukur
·        Isi dari tujuan khusus terutama merupakan janji peneliti dalam melaksanakan suatu kegiatan spesifik yang bersifat tindakan
·        Tindakan dinyatakan dalam bentuk kata kerja (to) yang tentu saja sesuai dengan permasalahannya

MANFAAT PENELITIAN
Hasil penelitian keperawatan dapat dimanfaatkan oleh :
a.      Penentu kebijakan sebagai masukan untuk penyusunan kebijakan pembangunan (evidence based policy),
b.     Masyarakat umum, misalnya dapat diterapkan dalam keluarga, atau untuk bahan penyusunan kesehatan kepada masyarakat
c.      Masyarakat industri dalam bentuk paten atau merek, termasuk proses produk, seta penemuan baru dalam bidan g pengetahuan
d.     Masyarakat ilmiah (Depkes RI, 2003).



No comments:

Post a Comment